Vaartha Edisi 8
VAARTHA 08 – Book Lovers Day
Merayakan Book Lovers Day adalah sama saja dengan merayakan alasan keberadaan Vaartha sampai sejauh ini. Tidak ada pengetahuan dan kearifan tanpa buku. Dan acap kali kita mendengar ungkapan bahwa buku adalah jendela dunia. Namun, seberapa relevankah membaca buku pada era digital saat ini? Rubrik T&J berusaha menjawab isu ini dengan mewawancarai direktur penerbit YPPLN, Saudari Silvia Fukada, karena tentunya tidak ada yang lebih kompeten untuk membahas serba-serbi perbukuan ketimbang direktur sebuah penerbit buku.
Soal ungkapan buku sebagai jendela dunia dikupas lebih lanjut oleh Saudara Syariv dalam rubrik Polemik, di mana dia mempertanyakan logika dari upaya mencerdaskan anak bangsa dengan razia buku oleh ‘oknum’ yang berlangsung secara paralel. Ini tak pelak menajdi tugas berat bagi pemerintah terpilih yang baru, juga sekaligus sebagai ujian bagi komitmen mereka untuk menjaga kebebasan berpendapat di negeri ini.
Sebagai penutup Sapa Pembaca, kiranya tidak ada yang lebih tepat dalam mewakili semangat Book Lovers Day selain semboyan Vaartha itu sendiri: Aku Membaca Maka Aku Ada!
[pdf-embedder url=”https://wilwatikta.or.id/wp-content/uploads/2019/08/VAARTHA08.pdf”]
Klik disini jika halaman tampilan tidak muncul.
Leave a Reply