Artikel Pendidikan

Sadulur Salembur

Salah satu quote yang dibawakan oleh Kang Andi Bharata dalam kegiatan "Sadulur Salembur" ini telah mengingatkan kembali posisi adik-adik Nalanda Studi Center (NSC) dalam masyarakat. Sebagai generasi muda, kita boleh memiliki segudang prestasi, berbagai gelar dan jabatan yang tinggi namun perlu diingat kembali, kita adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Hidup kita takkan pernah terpisah dari berbagai isu-isu sosial dalam masyarakat. Kemacetan, sampah, pkl dan terbentuknya kampung kota akibat kesenjangan ekonomi, dengan mudah Kita temukan di sekitar kita. Semuanya telah menjadi...

Read more...

HARI NARKOTIKA INTERNASIONAL

Bertepatan dengan Hari Narkotika Internasional hari ini, Wilwatikta akan membagikan wawancara singkat bersama Stevanny, salah satu peserta Nalanda Study Center yang kini menempuh perkuliahan di Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia. T: Bagaimana kamu memaknai hari narkotika ini? J: Hari narkotika ini lebih saya maknai sebagai reminder bahwa kita harus bisa menjaga diri dari barang-barang narkotika yang cenderung berbahaya dan bisa menjerumuskan kita. T: Bagaimana kamu melihat pemakaian narkoba yang kian merebak di kalangan anak muda? J: Sejujurnya saya merasa sedih karena masih banyak anak...

Read more...

Info SBMPTN 2019

Tahun 2018 ini penerimaan mahasiswa baru di PTN tidak lagi bergantung pada hasil Ujian Nasional (UN). Hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) pun tidak dipakai sebagai syarat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Yang menjadi acuan adalah nilai rapor siswa serta portofolio akademik. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Saiful Rachman menilai jadwal USBNdengan SNMPTN yang terlalu dekat pastinya tidak memungkinkan dalam mengakses nilai USBN. Menurutnya, dengan tidak mengakui hasil USBN dan UN, terkesan mengesampingkan peran sekolah. Dengan kondisi itu, sekolah diminta menjaga proses keseharian siswa di sekolah. Apalagi...

Read more...

HIDUP DALAM TABU: MENIHILKAN PENDIDIKAN SEKS DALAM RUANG PENGAJARAN

Momen saya tergugah bahwa bobot jenis pendidikan Indonesia sangat timpang adalah ketika saya menghadiri sebuah acara launching hasil penelitian perkawinan anak di 12 provinsi yang dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat dari berbagai latar belakang termasuk dari kelompok tenaga pendidik. Titik klimaks muncul disaat salah satu tenaga pendidik mengeluarkan statement pribadi dalam menanggapi kasus perkawinan anak dari sudut pandang akses pelajar terhadap pendidikan seks. Negara nyatanya tidak memfasilitasi pengetahuan pendidikan seks yang mumpuni bagi pelajar Indonesia; bukan cerita baru bahwa nilai konservatisme yang...

Read more...

Pendidikan Tanpa Kelas : Kenapa Tidak ?

Institusi pendidikan di Indonesia dalam bentuk sekolah saat ini sudah memiliki banyak macam alternatif. Sekolah berbasis pendidikan alam, sekolah rumah (homeschooling), sekolah dominan muatan ajaran agama, dan masih sekolah lainnya yang seharusnya dapat membantu orangtua dalam memilih sekolah yang tepat bagi sang anak. Sejatinya naluri orangtua, tentunya tersimpan harapan untuk dapat memberikan kualitas pendidikan yang unggul bagi anaknya. Namun harapan ini terkadang berbenturan dengan hal lain, terutama ekonomi, karena untuk mendapatkan akses pendidikan yang baik ternyata membutuhkan uang yang tidak...

Read more...

Kekerasan di Dunia Pendidikan Indonesia: Warisan Dehumanisasi Kolonial sampai Kerentanan Maskulinitas

Kiranya saat ini kita masih kesulitan dalam mendefinisikan terma kekerasan serta mengklasifikasikan suatu fenomena ke dalam beberapa kategori bentuk kekerasan. Terlebih untuk menginterpretasikan bentuk kekerasan dalam institusi pendidikan, begitu banyak persinggungan antara tradisi dan kebudayaan dengan cita-cita sistem pendidikan yang ideal. Implikasi nyata yang kemudian kita alami adalah kesemenjanaan diri dalam menilai kekerasan yang berakhir dengan sikap memafhumkan bentuk kekerasan dalam dunia pendidikan atas nama etiket serta konservatisme. Sistem nilai institusi pendidikan yang ditanamkan pada agenda rutin perpeloncoan, bullying, kekerasan...

Read more...

PENGANAKTIRIAN ILMU SOSIAL-HUMANIORA DI INDONESIA

Polemik dikotomi ilmu sosial-humaniora versus ilmu sains-teknologi faktanya masih terus lestari hingga saat ini. Bagaimana para siswa yang memilih jurusan sosial-humaniora mengalami pengdiskreditan secara sosial dari masyarakat (terutama keluarga) bahkan negara. Masih cukup banyak orangtua yang merongrong anaknya untuk memilih jurusan teknik ataupun sains dengan alasan jurusan tersebut menjanjikan pekerjaan yang layak. Pihak sekolah dan para pendidik juga sering kali turut andil menjadi aktor utama dalam memperkeruh dikotomi ilmu dengan mengarahkan siswa dengan nilai rapor baik agar masuk jurusan eksak dan...

Read more...