
Testimoni Alumni
Imelda ’06
Saya ikut Bimbel karena disarankan oleh kakak saya dan bimbel ini berbeda karena mengajarkan hal lain selain persiapan SBMPTN itu sendiri. Hal lain itu justru yang lebih penting dan unik seperti teman2, senior yang sudah seperti keluarga baru, pengembangan diri; pandangan mengenai hidup, tujuan dan arah hidup.
Suherni ’07
Promosi Bimbel ini saya peroleh dari anak teman orangtua saya yang sebelumnya join dan menjadi panitia pelaksana pada saat itu. Selama bimbel itu, kami banyak dibekali dengan seminar – seminar sehingga bagi anak “baru lulus” seperti saya, merasa sangat excited, menambah ilmu dan ditambah adanya camping. Dari rangkaian programnya, saya tentu belajar untuk lebih mandiri, pikiran lebih terbuka dan manajemen diri.
Suniaty ’07
Tahun itu ada yang melakukan presentasi ke sekolah dan kebetulan saya ingin kuliah di Bandung. Sesampainya di Bandung, saya mendapat sesi motivasi dan kami dibimbing oleh kakak asuh yang selalu ada untuk konsultasi dan cerita karena semua peserta adalah anak daerah yang pertama kali keluar jauh dari rumah. Berkat adanya sesi yang diberikan, saya punya semangat 45 untuk kuliah dan paham bahwa setiap orang itu unik karena memiliki jalannya masing – masing.
Stanley Khu ’08
Informasi tentang Bimbel itu dari mulut ke mulut, orangtua teman mengabari orangtua saya bahwa di Bandung ada Bimbel. Awalnya tujuan ke Bandung itu agar bisa lepas dari jenuhnya kampong halaman dan disini berbeda. Berbeda karena ada sosok yang peduli, sepenuhnya concern dengan perkembangan diri saya yang pada gilirannya menanamkan spirit bahwa Bimbel itu tidak hanya sekedar belajar untuk lulus saja. Sekarang saya merasa dunia jadi terbuka, ibarat katak yang bebas dari tempurung dan opsi – opsi dalam hidup menjadi lebih beragam. Basically adalah percaya diri, percaya bahwa apa yang baik dan benar dalam dunia kerja dan keluarga pasti bisa tercapai. Sukses itu menurut saya adalah merasa bahagia dan bisa membantu orang lain.
Megawati ’08
Saya memang ingin kuliah di Bandung saat itu dan kebetulan ada senior yang alumni Bimbel dan jadilah saya bergabung di Bimbel unik ini. Saya bilang unik karena tidak belajar untuk SBMPTN saja tetapi memberikan saya pengalaman lain seperti pengembangan diri yang mungkin tidak didapatkan di tempat lain. Dari system dan kegiatan yang ada itu akhirnya mengubah cara pandang saya seperti dalam menghadapi masalah, percaya diri dan tenang.
Nero Caya ’08
Bimbel ini berbeda karena sebelumnya saya pernah bimbel di tempat lain. Ditempat lain ya datang, belajar dan pulang. Disini juga diajari nilai – nilai perjuangan dan disiplin.
Christine Khu ’09
Kakak saya alumni Bimbel 2008 dan terinpirasi dari jejaknya, saya akhirnya bergabung dengan Bimbel ini. Apa yang membuat Bimbel ini berbeda, jujur saya tidak tahu karena saya belum pernah mencicipi Bimbel yang lain namun jelas sejak mengikuti sistem dan rangkaian kegiatan yang diberikan, terasa ada perubahan dalam diri. Lebih mandiri, memiliki komunitas yang dipenuhi dengan hal – hal positif yang dimana mungkin tidak akan saya peroleh jika kuliah di Medan. Selain itu kami mendapatkan seminar – seminar kebudayaan dan sejarah yang menambah wawasan dan manajemen waktu – membagi waktu untuk mengejar kesuksesan akademik dan perkembangan diri. Dari sini pula arti sukses bagiku tidak hanya dari materi tetapi juga membuat semua orang bahagia dan menutup usia dengan sukses
Melisa ’09
Keluarga sayalah yang menganjurkan saya untuk mengikuti Bimbel ini. Apa yang berbeda dari Bimbel yang lain, tentu adalah dari segi harga yang tergolong nyaman di kantong, full service dari sisi perkembangan rohani dan jasmani sehingga disini saya mengenal berbagai tipe orang sambil “mengobati diri” dan lebih tahan banting.
Nilawaty ’09
Bimbel ini berbeda karena bukan hanya belajar mengenai ilmu pelajaran di sekolah tetapi juga di didik menjadi orang yang memiliki hati dan bermanfaat bagi banyak orang. Setelah mengikuti Bimbel, saya memiliki banyak pengalaman tentang makna hidup dan bagi saya sukses jika hati saya sudah bisa memberikan kasih saying yang merata dan stabil terhadap semua orang
Koriyanto ’09
Tentu dari sini saya belajar lebih open minded, proses pembelajaran yang membawa saya untuk menjalani hidup lebih baik dan membantu banyak orang
Herman Kosasih ’10
Salah satu alumni tahun 2006 mengenalkan dan mengajak saya untuk bergabung di Bimbel ini. Awalnya tidak ada gambaran dan hanya ingin keluar dari kampong halaman dan melihat dunia. Pada saat perkenalan disebutkan saya akan belajar banyak hal dan benar karena disini saya diajarkan berbagai hal selain akademik seperti pembenahan dan pemantapan pribadi, tujuan hidup dan kuliah. Saya merasakan perubahan dalam diri sejak bergabung dalam berada dalam komunitas alumni seperti hidup tak hanya sebatas mengejar karir tetapi juga keseimbangan dalam hidup bersama keluarga dan sahabat. Bagi saya sukses itu artinya bersyukur dengan apa yang kita peroleh dan teruslah belajar
Jessica ’11
“Bagi saya sukses itu adalah berhasil membuat orang lain bahagia diluar kebahagiaan dari materi”
Saya memilih kuliah di Bandung waktu itu dan mendapat info Bimbel ini dari teman yang ada di Medan. Kenapa bukan bimbel yang lain? Karena adanya pembimbing yang begitu concern dengan perkembangan diri kita (non akademik) sehingga kita bisa sadar mana yang benar dan yang salah. Perubahan yang dirasakan itu abstrak baik untuk keluarga maupun di dunia kerja seperti mengontrol emosi dan pikiran – pikiran negative yang menyerang dan hal ini tidak bisa diceritakan seperti knowledge, harus dirasakan sendiri. There is something changing in your life ,the good one.
Okie Satria ’11
Saya join ke Bandung karen ingin ganti suasana kota dari Natuna ke Yogyakarta dan sekarang ingin coba di Bandung. Akhirnya saya tidak hanya dapat pergantian suasana tetapi juga belajar menjadi orang, hidup sederhana, mandiri dan tidak manja dan membentuk sukses dalam hidup saya yaitu hidup bahagia, tidak bergantung pada materi dan hal yang kita impikan terwujud
Siska Puspita ’11
Awalnya target saya memang PTN di Bandung dan diperkenalkanlah saya dengan Bimbel ini yang sekarang menjadi Bimbel NSC. Walaupun sudah berubah nama, dari dulu bimbel ini tidak cuman mengajarkan akademis tetapi juga pengembangan diri seperti hidup berkesadaran. Setiap tindakan ada baik buruknya, tujuan hidup menjadi lebih jelas yang dimana kalau saya tidak ikut Bimbel ini, hidup saya akan begitu – begitu saja, tidak memiliki makna berarti. Selain itu kita juga diajarkan cara berorganisasi melalui kegiatan – kegiatan rutin Yayasan. Jika ditanya makna sukses bagi saya, menurut saya adalah bisa membantu banyak orang dengan ilmu atau apapun yang saya miliki.
Fedrik Oktafian ’12
Kakak saya yang pertama kali memperkenalkan Bimbel dan kenapa menjadi pilihan saya akhirnya karena menawarkan system karantina dan paket all – in untuk persiapan ujian Masuk PTN di Bandung. Dengan system seperti ini akan mengurangi kekhawatiran orang tua untuk melepas anaknya dan lebih percaya. Disini saya tidak hanya belajar bahan ujian untuk menghadapi SBMPTN. Saya juga belajar menghadapi hidup yang sesungguhnya, bahwa hidup baru dimulai dan mengubah saya menjadi individu yang lebih baik. Tidak hanya mementingkan kepentingan diri sendiri tetapi juga memikirkan orang yang ada disekitar, menjadi anak dan anggota keluarga yang baik, menjadi pribadi yang jujur pada diri sendiri dan dunia di kala maraknya kepalsuan. Sukses pun akhirnya bergeser menjadi membangun mimpi tidak berdasarkan nafsu semata tetapi juga dengan motivasi yang jelas dan baik
Yansen Jaya Pranata ’12
Paman saya yang merekomendasikan saya untuk join di Bimbel ini dan ternyata dari sini banyak pengalaman yang didapat. Tidak hanya belajar untuk ikut SBMPTN tetapi juga tenang persahabatan dan peduli dengan sesama dan lingkungan. Sukses itu ketika diri ini bisa berguna untuk orang lain dan memberikan kebaikan, mengubah dunia dengan kebaikan.
Ratna Dewi ’13
Saya dikenalkan dengan Bimbel ini dari sepupu yang sudah pernah join sebelumnya karena pada saat itu saya bercita – cita untuk kuliah dan lulus di PTN sehingga butuh Bimbel agar belajarnya lebih terarah. Bimbel ini memang berbeda karena tidak hanya memberi materi agar lulus SBMPTN tetapi karakter, nilai – nilai kehidupan, membuka mata bahwa dunia itu luas dan hidup bukan hanya untuk diri sendiri sehingga sukses itu ketika bahagia dengan kita miliki dan berusaha yang terbaik tidak hanya untuk kepentingan pribadi tetapi juga orang – orang di sekitar
Afryandi ’13
Kakak saya juga alumni dari Bimbel ini dan secara otomatis merekomendasikan tempat ini sebagai tempat belajar karena dirasakan manfaatnya yang tidak hanya dari segi akademis tetapi juga non akademis seperti memperbaiki dan memperjelas motivasi dari kuliah sehingga menjalani dengan goal akhir yang jelas. Saya juga paham hidup bukan hanya tentang diri sendiri tetapi juga tentang orang lain dan manusia tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu penting bagi untuk sukses dalam arti mencapai sesuatu dalam hal yang terkecil dan berkembang menjadi lebih baik dari sebelumnya
Yulita Anggelia ’14
Pada saat itu ini adalah satu – satunya pilihan bagi saya untuk bisa kuliah dan system karantina dan pendidikan karakter serta proses belajar yang tidak hanya untuk menghadapi ujian. Perubahan yang paling dirasakan saat ini (karena saya masih dalam proses belajar) adalah berpikir lebih matang ketika menjalani sesuatu, mengetahui tujuannya dengan lebih jelas dan mengoreksi diri menjadi lebih baik lagi sehingga sukses itu adalah bisa bermanfaat bagi orang lain.
Nanda Maya ’16
Dari penyuluhan pihak bimbel yang datang ke berbagai sekolah (termasuk sekolah saya), akhirnya saya bisa join disini. Kenapa memilih NSC ? Karena bimbel ini tidak hanya mengajarkan akademis tetapi juga nilai kehidupan dan saya membutuhkan itu.Hal yang paling membedakan bimbel NSC dengan bimbel bimbel lainnya menurut saya adalah adanya karantina, program “pascabimbel” yang sangat bermanfaat, komunitas yang berisikan orang orang yang sangat kredibel, dan dari berbagai macam proses itulah muncul ikatan kekeluargaan yang jarang ditemui di bimbel bimbel lainnya. Sejauh ini, yang sangat saya rasakan setelah saya ikut bimbel adalah perubahan pola pikir (jauh lebih terbuka), perubahan tingkat kesabaran, perubahan cara pandang terhadap sesuatu (yang tadinya cenderung sinis dan pesimistis, menjadi sebaliknya). Tambahan nilai nilai kehidupan yang ditanamkan oleh para senior, seperti rasa toleransi, peka dan peduli pada lingkungan (terutama sesama), sabar, gigih, tanggung jawab, nilai nilai rohani, dan sebagainya. Dalam pandangan saya sejauh ini, sukses adalah ketika suatu individu berhasil memecahkan atau menyelesaikan masalah masalah dalam hidupnya dengan lapang dada, dan tanpa ada rasa putus asa akan kuasa Tuhan.